RSUD Jayapura Siap Buka Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit

Jayapura, Voxpapua – RSUD Jayapura bersiap membuka program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital based) guna mempercepat pemenuhan tenaga spesialis di Tanah Papua.

Ketua Unit Fungsional Pendidikan RSUD Jayapura, Hermanus Suhartono, mengatakan rencana tersebut telah disampaikan kepada Gubernur Papua Matius D Fakhiri untuk mendapatkan dukungan pemerintah daerah.

“Program awal yang dibuka adalah spesialis obstetri dan ginekologi, kemudian akan menyusul pendidikan bedah, anak, dan penyakit dalam,” ujar Hermanus di Jayapura, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, program ini diharapkan menjadikan RSUD Jayapura sebagai rumah sakit pendidikan utama di Papua yang melayani berbagai bidang pendidikan tenaga kesehatan, termasuk dokter, perawat, dan bidan.

Menurut dia, sistem hospital based memberikan peluang bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan spesialis tanpa harus keluar Papua. Dengan demikian, dokter dari daerah yang belum memiliki tenaga spesialis dapat mengenyam pendidikan dan kembali mengabdi di wilayah asalnya.

“Dokter dari kabupaten yang belum memiliki spesialis bisa sekolah di sini, lalu kembali melayani masyarakat,” katanya.

Hermanus menambahkan, seluruh biaya pendidikan akan ditanggung pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peserta juga akan menerima uang saku selama masa pendidikan.

Selain itu, pemerintah daerah asal peserta diharapkan turut memberikan dukungan berupa tempat tinggal dan biaya hidup.

Ia mengungkapkan, kebutuhan dokter spesialis di Papua masih sangat tinggi. Bahkan, masih terdapat sejumlah kabupaten yang belum memiliki tenaga spesialis.

Program ini juga diharapkan menjadi solusi atas rendahnya angka dokter yang kembali ke Papua setelah menempuh pendidikan di luar daerah.

“Karena dibiayai negara, peserta diharapkan kembali mengabdi di Papua,” ujarnya.

Saat ini, RSUD Jayapura tengah memfinalkan persiapan bersama kolegium dan perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Gadjah Mada. Program ditargetkan mulai berjalan pada April 2026. (*)

Show More
Back to top button