Golkar Papua Panaskan Mesin Politik, Bahlil Lantik Matius Fakhiri Pimpin DPD

Jayapura, Voxpapua – Pelantikan kepengurusan Partai Golkar Provinsi Papua menandai langkah awal konsolidasi politik menghadapi pemilu mendatang. Matius D. Fakhiri resmi menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Papua usai dilantik oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di Kota Jayapura, Sabtu (25/4/2026).
Dalam arahannya, Bahlil menekankan pentingnya kerja maksimal seluruh jajaran partai untuk memenangkan kontestasi politik, baik di tingkat legislatif maupun eksekutif. Ia optimistis di bawah kepemimpinan Fakhiri, Golkar mampu meraih hasil signifikan di Papua.
“Saya percaya di bawah kepemimpinan Kaka Matius D. Fakhiri, Golkar bisa berjaya di Papua. Apalagi Ketua DPD saat ini adalah Gubernur Papua,” ujar Bahlil.
Bahlil menegaskan bahwa konsolidasi internal menjadi kunci utama. Menurut dia, kerja politik tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus menjangkau hingga kampung-kampung di seluruh Papua.
“Konsolidasi adalah kunci untuk memastikan pesan, program, dan strategi partai benar-benar sampai ke masyarakat di akar rumput,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Papua memiliki tantangan geografis dan sosial yang berbeda dibanding daerah lain. Karena itu, pendekatan politik harus dilakukan secara adaptif dan inklusif, dengan mengedepankan dialog bersama masyarakat setempat.
Bahlil meminta seluruh kader aktif turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga dan membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata. Selain itu, soliditas antar kader dinilai penting agar partai dapat bergerak dalam satu komando.
“Dengan kekompakan, Golkar dapat meraih hasil signifikan dalam pemilu mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, DPD Golkar Papua diharapkan segera menyusun langkah strategis, termasuk pemetaan wilayah, penguatan basis suara, serta penjaringan calon legislatif dan kepala daerah yang memiliki kapasitas dan kedekatan dengan masyarakat.
Arahan tersebut menjadi sinyal bahwa Golkar serius mempersiapkan diri menghadapi pemilu, dengan Papua sebagai salah satu wilayah prioritas dalam strategi pemenangan nasional. (*)







