KPA Ajak Pemangku Kepentingan Serius Lakukan Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS
Jayapura, voxpapua.com – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua mengajak pemangku kepentingan komitmen dalam melakukan pencegahan dan pengandalian HIV/AIDS di Bumi Cenderawasih.
Hal tersebut disampaikan Ketua Harian KPA Papua, Anton Mote saat puncak peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2021, yang ditandai dengan penandatanganan pakta integritas oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Komisi Penanggulangan AIDS se-Papua, dan lembaga yang bergerak di bidang HIV/AIDS.
“Peringatan HAS tahun ini harus menjadi momentum komitmen kita bersama, baik pemerintah maupun pihak terkait lainnya dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus HIV/AIDS menuju Three Zero tahun 2030,” kata Mote di Jayapura, Kamis (1/12/2021).
Disamping upaya pencegahan dan pengendalian dilakukan, dirinya berpesan kepada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) tetap percaya diri, semangat, bangkit dan kuat dalam mengikuti satu-satunya pengobatan yaitu dengan mengonsumsi obar ARV.
“Sampai hari ini kasus HIV/AIDS masih ada dan kematian terus terjadi. Jadi perlu ada komitmen bersama untuk melakukan pananganan dan pencegahan serta hilangkan stigma terdapap ODHA,” ujarnya.
Menurut ia, angka kasus HIV/AIDS di Papua saat ini mencapai 46.967 kasus. Sesuai data, Kabupaten Nabire, Jayapura dan Jayawijaya menjadi daerah tertinggi dengan jumlah 6000 sampai 8000.
“Masalah HIV/AIDS ini ibarat fenomena gunung es. Bongkahan es yang nampak yang terdata, sementara bongkahan es yang tak terlihat lebih banyak, yaitu mereka yang belum tahu statusnya, tapi sebenarnya sudah terinfeksi,” ujarnya.
Dengan fakta ini, kata ia, pihaknya akan melakukan pemetaan di 29 kabupaten/kota disertai sosialisasi pentingnya pemeriksaan dini. Dengan begitu penanganan dan pencegahan akan berjalan lebih baik. “Apalagi ketersedian obat ARV masih cukup tersedia,” lanjutnya.
Anton Mote menambahkan, secara nasional, untuk kasus HIV, Papua berada di urutan empat. Sedangkan AIDS berada pada urutan pertama dengan jumlah sekitar 46 ribu lebih.
Sementara itu, Amanda Waly yang menjadi ODHA sejak 2008 memliki sejumlah harapan pada peringatan HAS ini. Salah satu harapan terbesarnya agar HIV/AIDS berhenti sampai di dirinya saja, karena itu anak-anak muda Papua lainnya harus menjaga diri dari HIV/AIDS.
“Saya juga mau bilang ke teman-teman ODHA bahwa kita selalu punya harapan. Mari kita terus saling menguatkan. Kepada Pemda Papua saya harap agar obat ARV selalu ada, sehingga ODHa tetap hidup sehat dan beraktifitas normal,” kata Amanda. (Admin)








